Cara Menanam Srikaya yang Baik dan Benar agar Berbuah Banyak

Posted on

biotifor.or.idCara Menanam Srikaya – Srikaya adalah salah satu buah tropis yang memiliki rasa manis dan banyak manfaat bagi kesehatan. Buah ini sering disebut juga sebagai buah nona atau sugar apple. Bentuknya bulat dengan kulit berbintik-bintik dan daging buah berwarna putih. Srikaya memiliki kandungan vitamin C, kalori, protein, dan kalsium yang baik untuk tubuh.

Banyak orang yang suka mengonsumsi buah srikaya, baik langsung maupun diolah menjadi selai, jus, atau makanan lainnya. Namun, tidak banyak orang yang tahu bagaimana cara menanam srikaya yang benar dan mudah. Padahal, menanam srikaya bisa menjadi salah satu alternatif untuk mendapatkan buah segar di pekarangan rumah.

Nah, jika Anda tertarik untuk menanam srikaya, artikel ini akan memberikan panduan lengkap untuk Anda. Anda akan belajar tentang syarat tumbuh, pembibitan, penanaman, perawatan, hingga panen srikaya. Artikel ini juga akan memberikan tips dan trik agar tanaman srikaya Anda tumbuh subur dan berbuah lebat. Mari kita mulai!

Syarat Tumbuh Srikaya

Sebelum praktik cara menanam srikaya, Anda perlu mengetahui syarat tumbuh tanaman ini agar bisa menyesuaikan dengan kondisi lingkungan Anda. Berikut adalah beberapa syarat tumbuh srikaya yang perlu Anda perhatikan:

  • Iklim: Srikaya adalah tanaman yang menyukai iklim tropis dengan suhu antara 20-30 derajat Celsius. Tanaman ini bisa tumbuh di dataran rendah maupun tinggi, namun optimal pada ketinggian 100-300 meter di atas permukaan laut (mdpl).
  • Cahaya: Srikaya membutuhkan cahaya matahari yang cukup untuk proses fotosintesis. Namun, tanaman ini juga tidak tahan terhadap sinar matahari langsung yang terlalu panas. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menempatkan tanaman srikaya di tempat yang agak teduh atau menggunakan naungan.
  • Air: Srikaya membutuhkan air yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan tanamannya. Namun, tanaman ini juga tidak suka tergenang air karena bisa menyebabkan akar membusuk. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menyiram tanaman srikaya secara rutin tetapi tidak berlebihan. Pastikan juga media tanam memiliki drainase yang baik agar air tidak menggenang.
  • Tanah: Srikaya bisa tumbuh di berbagai jenis tanah, asalkan memiliki pH antara 5-6,5 dan kaya akan bahan organik. Tanah yang subur dan gembur akan membantu akar srikaya menyerap air dan nutrisi dengan baik. Anda bisa menambahkan pupuk kandang atau kompos untuk meningkatkan kesuburan tanah.

Pembibitan Srikaya

Setelah mengetahui syarat tumbuh srikaya, langkah selanjutnya adalah melakukan pembibitan. Pembibitan adalah proses menghasilkan bibit srikaya yang siap ditanam di lahan atau pot. Ada dua cara pembibitan srikaya yang bisa Anda lakukan, yaitu:

Pembibitan dari biji

Cara ini adalah cara yang paling mudah dan murah untuk mendapatkan bibit srikaya. Anda hanya perlu memilih buah srikaya yang besar, matang, dan sehat dari tanaman induk yang berkualitas. Kemudian, ambil biji srikaya dari dalam buah dan cuci bersih dengan air mengalir. Tiriskan biji sampai kering dan simpan di tempat sejuk dan kering selama beberapa hari.

Setelah itu, siapkan media semai berupa campuran pasir dan tanah dengan perbandingan 1:1. Masukkan media semai ke dalam kotak atau baki semai yang sudah dilubangi di bagian bawahnya. Buat lubang kecil dengan jarak 5 cm antara lubang satu dengan yang lainnya. Masukkan satu biji srikaya ke dalam lubang dan tutup dengan media semai tipis. Siram media semai dengan air bersih dan letakkan di tempat yang teduh.

Baca Juga  15 Jenis Minyak Atsiri yang sering digunakan, Manfaatnya+Efeknya

Biji srikaya biasanya akan berkecambah dalam waktu 7-10 hari. Setelah bibit srikaya memiliki 3-4 daun, Anda bisa memindahkannya ke dalam polybag yang berisi campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:1. Siram bibit srikaya secara rutin dan jaga agar tidak terkena hama atau penyakit. Bibit srikaya siap ditanam setelah berumur 2-3 bulan atau memiliki diameter batang sebesar pensil.

Pembibitan dari okulasi

Cara ini adalah cara yang lebih cepat dan efektif untuk mendapatkan bibit srikaya yang unggul. Okulasi adalah teknik menyambungkan batang atas srikaya yang berasal dari tanaman induk yang berkualitas dengan batang bawah srikaya yang berasal dari biji. Tujuannya adalah untuk menghasilkan bibit srikaya yang memiliki karakteristik yang sama dengan tanaman induknya.

Untuk melakukan okulasi, Anda perlu mempersiapkan batang atas srikaya yang berasal dari tanaman induk yang sudah berbuah, sehat, dan subur. Pilihlah batang yang memiliki diameter sekitar 0,5-1 cm dan panjang sekitar 10-15 cm. Potonglah batang tersebut dengan sudut 45 derajat dan buatlah sayatan berbentuk huruf T di bagian bawahnya.

Kemudian, Anda perlu mempersiapkan batang bawah srikaya yang berasal dari biji. Pilihlah bibit srikaya yang sudah berumur 2-3 bulan atau memiliki diameter batang sebesar pensil. Buatlah sayatan berbentuk huruf T di bagian batang yang sejajar dengan mata tunas. Jangan sampai memotong kulit kayu sampai ke dalam.

Selanjutnya, Anda perlu menyambungkan batang atas dan batang bawah srikaya. Caranya adalah dengan membuka sayatan huruf T pada batang bawah dan memasukkan sayatan huruf T pada batang atas ke dalamnya. Pastikan agar kulit kayu pada kedua batang saling menempel dengan baik. Ikatlah bagian sambungan dengan karet gelang atau plastik bening agar tidak lepas.

Terakhir, Anda perlu merawat bibit srikaya hasil okulasi. Caranya adalah dengan menyiramnya secara rutin dan menjaganya dari sinar matahari langsung, hama, atau penyakit. Setelah 2-3 minggu, Anda bisa membuka ikatan pada bagian sambungan dan melihat apakah okulasi berhasil atau tidak. Jika berhasil, Anda akan melihat adanya pertumbuhan tunas baru pada batang atas. Jika tidak berhasil, Anda bisa mengulangi proses okulasi lagi.

Penanaman Srikaya

Setelah mendapatkan bibit srikaya yang siap ditanam, langkah selanjutnya adalah melakukan penanaman. Cara menanam srikaya bisa dilakukan di lahan atau pot, tergantung dengan ketersediaan ruang dan preferensi Anda. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat menanam srikaya:

Jarak tanam

Jika Anda menanam srikaya di lahan, Anda perlu memberikan jarak antara tanaman satu dengan yang lainnya agar tidak saling mengganggu pertumbuhan dan perkembangan mereka. Jarak tanam yang ideal untuk srikaya adalah sekitar 6-8 meter.

Lubang tanam

Anda perlu membuat lubang tanam yang cukup besar untuk menampung akar bibit srikaya. Ukuran lubang tanam yang ideal untuk srikaya adalah sekitar 50 x 50 x 50 cm.

Baca Juga  Cara Menaikkan Trombosit: Untuk Menjaga Kesehatan Anda

Media tanam

Anda perlu menyiapkan media tanam yang subur dan gembur untuk menanam bibit srikaya. Media tanam yang ideal untuk srikaya adalah campuran tanah, pupuk kandang, dan pasir dengan perbandingan 2:1:1.

Cara tanam

Anda perlu menanam bibit srikaya dengan hati-hati agar tidak merusak akar atau batangnya. Caranya adalah dengan melepaskan polybag atau wadah yang membungkus bibit srikaya dan memasukkannya ke dalam lubang tanam. Isilah lubang tanam dengan media tanam sampai setinggi batang bibit srikaya. Padatkan media tanam dengan tangan dan siram dengan air bersih.

Penyulaman

Anda perlu melakukan penyulaman jika ada bibit srikaya yang mati atau tidak tumbuh dengan baik. Penyulaman adalah mengganti bibit srikaya yang mati atau tidak sehat dengan bibit srikaya yang baru. Penyulaman sebaiknya dilakukan secepat mungkin setelah mengetahui adanya bibit srikaya yang bermasalah.

Penyiraman

Anda perlu menyiram tanaman srikaya secara rutin agar tidak kekurangan air. Frekuensi penyiraman tergantung pada kondisi cuaca dan media tanam. Pada musim kemarau, Anda bisa menyiram tanaman srikaya setiap hari atau dua hari sekali.

Pada musim hujan, Anda bisa menyiram tanaman srikaya setiap tiga hari sekali atau sesuai kebutuhan. Jangan menyiram tanaman srikaya terlalu banyak atau terlalu sedikit karena bisa menyebabkan akar membusuk atau daun menguning.

Pemupukan

Anda perlu memupuk tanaman srikaya secara berkala agar mendapatkan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan tanamannya. Pemupukan sebaiknya dilakukan setiap 3-4 bulan sekali dengan menggunakan pupuk organik atau anorganik sesuai dosis yang dianjurkan.

Anda bisa menggunakan pupuk kandang, kompos, pupuk NPK, pupuk urea, pupuk ZA, pupuk SP-36, pupuk KCl, atau pupuk lainnya yang sesuai dengan kebutuhan tanaman srikaya. Caranya adalah dengan menyebarkan pupuk di sekitar batang tanaman srikaya dan mencampurnya dengan media tanam. Siram tanaman srikaya dengan air bersih setelah memupuk.

Penyuluran

Anda perlu melakukan penyuluran pada tanaman srikaya agar batangnya kuat dan tidak patah. Penyuluran adalah menyangga batang tanaman srikaya dengan menggunakan bambu, kayu, besi, atau bahan lainnya yang kokoh.

Caranya adalah dengan menancapkan bahan penyulur di sebelah batang tanaman srikaya dan mengikatnya dengan tali atau kawat. Jangan mengikat terlalu kencang atau terlalu longgar agar tidak melukai batang tanaman srikaya.

Pemangkasan

Anda perlu melakukan pemangkasan pada tanaman srikaya agar bentuknya rapi dan indah. Pemangkasan juga berguna untuk menghilangkan cabang atau daun yang mati, sakit, atau mengganggu pertumbuhan tanaman srikaya lainnya.

Pemangkasan sebaiknya dilakukan setiap 6 bulan sekali atau sesuai kebutuhan dengan menggunakan gunting, pisau, atau alat pemotong lainnya yang tajam dan bersih. Caranya adalah dengan memotong cabang atau daun yang tidak diinginkan dengan sudut 45 derajat dan menjaga agar tidak ada luka terbuka pada batang tanaman srikaya.

Pengendalian hama dan penyakit

Anda perlu mengendalikan hama dan penyakit yang bisa menyerang tanaman srikaya agar tidak merusak kualitas dan kuantitas buahnya. Hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman srikaya antara lain adalah kutu daun, ulat, tungau, lalat buah, busuk buah, antraknosa, layu bakteri, karat daun, dan lain-lain. Anda bisa mengendalikan hama dan penyakit tersebut dengan menggunakan cara-cara berikut:

  1. Cara mekanis: Anda bisa mengendalikan hama dan penyakit secara mekanis dengan cara membersihkan gulma atau rumput liar di sekitar tanaman srikaya, membuang buah atau daun yang terinfeksi, memasang jaring atau kantong plastik untuk melindungi buah dari lalat buah, atau menggunakan perangkap untuk menangkap hama.
  2. Cara biologis: Anda bisa mengendalikan hama dan penyakit secara biologis dengan cara memanfaatkan musuh alami dari hama dan penyakit tersebut, seperti semut, laba-laba, burung, cacing tanah, atau bakteri pengurai. Anda juga bisa menggunakan pestisida nabati yang terbuat dari bahan-bahan alami, seperti bawang putih, cabai, kunyit, jahe, atau daun sirih.
  3. Cara kimia: Anda bisa mengendalikan hama dan penyakit secara kimia dengan cara menggunakan pestisida sintetis yang sesuai dengan jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman srikaya. Anda harus berhati-hati dalam menggunakan pestisida kimia karena bisa berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Anda harus mengikuti petunjuk penggunaan dan dosis yang tertera pada kemasan pestisida. Anda juga harus menggunakan alat pelindung diri, seperti sarung tangan, masker, kacamata, atau baju tertutup saat menyemprotkan pestisida. Jangan menyemprotkan pestisida saat cuaca hujan atau angin kencang. Jangan menyemprotkan pestisida pada buah yang sudah matang atau mendekati masa panen.
Baca Juga  20+ Manfaat Susu Sapi Murni untuk Kesehatan, Turunkan Diabetes

Panen Srikaya

Panen Srikaya

Setelah melakukan perawatan yang baik dan benar, tanaman srikaya Anda akan berbuah lebat dan siap dipanen. Waktu panen srikaya tergantung pada varietas dan kondisi lingkungan. Umumnya, tanaman srikaya mulai berbuah setelah berumur 2-3 tahun dan bisa dipanen setiap 3-4 bulan sekali.

Tanda-tanda buah srikaya yang sudah matang dan siap dipanen antara lain adalah:

  • Warna kulit buah berubah dari hijau menjadi kuning kecoklatan atau merah keunguan.
  • Bintik-bintik pada kulit buah menjadi lebih besar dan menonjol.
  • Daging buah menjadi lunak dan mudah dipisahkan dari bijinya.
  • Aroma buah menjadi harum dan manis.

Cara memanen buah srikaya adalah dengan menggunakan gunting, pisau, atau alat pemotong lainnya yang tajam dan bersih. Potong tangkai buah dengan hati-hati agar tidak merusak kulit atau daging buah. Jangan memetik buah srikaya dengan cara menariknya karena bisa menyebabkan luka pada batang tanaman srikaya.

Setelah dipanen, simpanlah buah srikaya di tempat yang sejuk dan kering agar tidak cepat busuk. Anda bisa mengonsumsi buah srikaya secara langsung atau mengolahnya menjadi makanan lainnya sesuai selera Anda.

Demikianlah artikel tentang cara menanam srikaya yang baik dan benar. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang ingin menanam srikaya di rumah.