Makanan Penyebab Diabetes: Apa Saja yang Harus Dihindari?

biotifor.or.idMakanan Penyebab Diabetes , Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 422 juta orang di dunia menderita diabetes pada tahun 2019, dan jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi 690 juta pada tahun 2045. Diabetes dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti penyakit jantung, gagal ginjal, kerusakan mata, dan amputasi.

Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap risiko diabetes adalah pola makan. Pola makan yang tidak sehat dapat menyebabkan penumpukan lemak di tubuh, terutama di perut. Lemak ini dapat mengganggu fungsi pankreas, organ yang bertugas menghasilkan insulin. Insulin adalah hormon yang membantu mengatur kadar gula darah. Jika insulin tidak cukup atau tidak bekerja dengan baik, maka gula darah akan meningkat dan menyebabkan diabetes.

Macam-Macam Makanan Penyebab Diabetes

makanan penyebab diabetes

Tidak semua makanan memiliki efek yang sama terhadap kadar gula darah. Ada beberapa jenis makanan yang dapat meningkatkan risiko diabetes dengan cepat dan signifikan. Makanan-makanan ini disebut sebagai makanan penyebab diabetes. Maka, apa saja saja makanan penyebab diabetes yang perlu dihindari?

1. Gula Tambahan dan Karbohidrat Sederhana

Gula tambahan adalah gula yang ditambahkan ke dalam minuman atau makanan untuk meningkatkan rasa manis atau tekstur. Gula tambahan dapat berasal dari sumber alami, seperti madu atau sirup, atau dari sumber buatan, seperti sirup krim atau sirup gula.

Gula tambahan dapat meningkatkan kadar gula darah secara drastis dalam waktu singkat. Hal ini karena gula tambahan tidak memiliki kalori dan tidak mempengaruhi sensitivitas insulin. Selain itu, gula tambahan juga dapat meningkatkan produksi insulin oleh pankreas untuk mencoba menurunkan gula darah.

Makanan cepat diserap adalah makanan yang memiliki kandungan karbohidrat sederhana tinggi, seperti nasi putih, roti putih, kentang rebus, atau bubur. Karbohidrat sederhana adalah karbohidrat yang mudah dicerna dan diubah menjadi glukosa dalam tubuh. Glukosa adalah sumber energi utama bagi sel-sel tubuh.

Makanan cepat diserap dapat meningkatkan kadar gula darah secara cepat karena glukosa langsung masuk ke dalam aliran darah dan mencapai hati. Di sana, glukosa akan disimpan sebagai glukosa dalam bentuk lemak atau disimpan sebagai energi dalam bentuk asam amino atau glukosa dalam bentuk sel-sel tubuh.

Makanan cepat diserap juga dapat meningkatkan risiko diabetes karena dapat menyebabkan resistensi insulin. Resistensi insulin adalah kondisi di mana sel-sel tubuh tidak merespons insulin dengan baik dan tidak dapat menyerap glukosa dengan efektif. Hal ini menyebabkan kadar gula darah tetap tinggi meskipun produksi insulin sudah banyak.

Baca Juga  Manfaat Air Kelapa untuk Wajah Rahasia Kecantikan Alami

2. Lemak Jenuh dan Trans

Lemak jenuh adalah lemak yang berasal dari sumber nabati, seperti minyak sayur, minyak nabati, kacang-kacangan, atau biji-bijian utuh. Lemak jenuh memiliki kandungan asam lemak tak jenuh (saturated fat) tinggi dan kandungan asam lemak trans (trans fat) rendah.

Lemak jenuh dapat meningkatkan kadar gula darah secara bertahap karena asam lemak tak jenuh dapat menghambat penyerapan glukosa oleh hati dan meningkatkan produksi hormon kortisol oleh kelenjar adrenal. Hormon kortisol dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi sensitivitas insulin oleh pankreas.

Lemak trans dapat menyebabkan peradangan kronis di dalam tubuh, termasuk di dalam pankreas. Peradangan kronis dapat merusak fungsi pankreas dan mengganggu produksi insulin. Lemak trans juga dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam darah. Kolesterol jahat dapat menyumbat pembuluh darah dan menghambat aliran darah ke hati, tempat glukosa disimpan.

3. Makanan Tinggi Indeks Glikemik

Indeks glikemik adalah ukuran seberapa cepat makanan meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi. Makanan dengan indeks glikemik tinggi adalah makanan yang memiliki kandungan karbohidrat sederhana tinggi dan sedikit protein atau lemak. Contoh makanan dengan indeks glikemik tinggi adalah nasi putih, roti putih, kentang rebus, bubur, roti bakar, kue, permen, dan es krim.

Makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat meningkatkan kadar gula darah secara cepat karena glukosa langsung masuk ke dalam aliran darah dan mencapai hati. Di sana, glukosa akan disimpan sebagai glukosa dalam bentuk lemak atau disimpan sebagai energi dalam bentuk asam amino atau glukosa dalam bentuk sel-sel tubuh.

Makanan dengan indeks glikemik tinggi juga dapat meningkatkan risiko diabetes karena dapat menyebabkan resistensi insulin. Resistensi insulin adalah kondisi di mana sel-sel tubuh tidak merespons insulin dengan baik dan tidak dapat menyerap glukosa dengan efektif. Hal ini menyebabkan kadar gula darah tetap tinggi meskipun produksi insulin sudah banyak.

4. Konsumsi Daging Merah dan Olahannya

Daging merah adalah daging yang berasal dari hewan ternak, seperti sapi, domba, ayam, atau babi. Daging merah memiliki kandungan protein tinggi dan sedikit lemak jenuh. Daging merah juga mengandung zat besi yang penting untuk pembentukan sel darah merah.

Baca Juga  8 Manfaat Elektrolit Bagi Tubuh, Simak Penjelasannya!

Daging merah dapat meningkatkan kadar gula darah secara bertahap karena protein membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dan diubah menjadi glukosa dalam tubuh. Selain itu, daging merah juga mengandung asam amino esensial yang harus dipenuhi oleh tubuh dari sumber lain.

Olahan daging adalah makanan yang dibuat dari daging merah yang telah diproses dengan cara tertentu, seperti digoreng, dikeringkan, atau dibumbui. Olahan daging memiliki kandungan lemak jenuh dan lemak trans tinggi serta sedikit protein. Olahan daging juga mengandung bahan pengawet atau pewarna yang dapat meningkatkan risiko penyakit kronis.

Olahan daging dapat meningkatkan kadar gula darah secara drastis karena lemak jenuh dan lemak trans bersifat pro-inflamasi dan pro-koagulan (anti-coagulant). Lemak trans dapat menyebabkan peradangan kronis di dalam tubuh, termasuk di dalam pankreas. Peradangan kronis dapat merusak fungsi pankreas dan mengganggu produksi insulin. Lemak trans juga dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam darah. Kolesterol jahat dapat menyumbat pembuluh darah dan menghambat aliran darah ke hati, tempat glukosa disimpan.

5. Minuman Bersoda dan Pemanis Buatan

Minuman bersoda adalah minuman yang mengandung gas bubur atau karbon dioksida yang telah disuntikkan ke dalam air bersoda. Minuman bersoda memiliki rasa manis atau asam serta rasa asam manis karena adanya asam sitrat atau asam fosfat sebagai pengawet.

Minuman bersoda dapat meningkatkan kadar gula darah secara drastis karena gas bubur atau karbon dioksida dapat memperlambat penyerapan glukosa oleh hati dan meningkatkan produksi hormon kortisol oleh kelenjar adrenal. Hormon kortisol dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi sensitivitas insulin oleh pankreas.

Pemanis buatan adalah pemanis yang dibuat dari bahan kimia, seperti glukosa, fruktosa, atau aspartam. Pemanis buatan memiliki rasa manis yang lebih kuat daripada gula alami. Pemanis buatan juga tidak memiliki kalori dan tidak mempengaruhi sensitivitas insulin.

Pemanis buatan dapat meningkatkan kadar gula darah secara drastis karena pemanis buatan tidak memiliki efek samping yang sama dengan gula alami. Pemanis buatan tidak dapat meningkatkan produksi insulin oleh pankreas untuk mencoba menurunkan gula darah. Pemanis buatan juga tidak dapat meningkatkan sensitivitas insulin oleh sel-sel tubuh untuk menyerap glukosa dengan efektif.

Makanan yang Perlu Dibatasi

Berdasarkan uraian di atas, berikut adalah beberapa makanan yang perlu dibatasi atau dihindari untuk mencegah diabetes:

  • Gula tambahan dan karbohidrat sederhana: Hindari minuman bersoda, kue, permen, es krim, roti putih, nasi putih, roti bakar, kentang rebus, bubur, dan makanan olahan lainnya yang mengandung gula tambahan atau karbohidrat sederhana tinggi.
  • Lemak jenuh dan trans: Hindari daging merah olahan, gorengan, mentega, margarin, keju parut, kue bolu, roti panggang, dan makanan olahan lainnya yang mengandung lemak jenuh atau lemak trans tinggi.
  • Makanan tinggi indeks glikemik: Hindari roti putih panggang, roti bakar panggang, roti tawar panggang, roti gandum panggang, roti jagung panggang, roti beras panggang, roti lapis panggang, roti kenyal panggang, roti kentang panggang, roti jagung panggang dengan daging atau telur.
  • Konsumsi daging merah dan olahannya: Kurangi konsumsi daging merah olahan seperti nugget ayam goreng, sosis, bacon, atau saus krim. Pilih daging merah segar atau potong tipis dan panggang dengan sedikit minyak. Hindari olahan daging seperti gorengan, bakar, atau menggoreng.
  • Minuman bersoda dan pemanis buatan: Kurangi konsumsi minuman bersoda dan pemanis buatan. Pilih minuman alami seperti air putih, jus buah, teh herbal, atau susu rendah lemak. Hindari minuman manis seperti sirup krim, sirup gula, soda, atau jus buah dengan gula tambahan.
Baca Juga  Manfaat Jogging Pagi untuk Kesehatan dan Kebugaran Tubuh

Baca Juga : Mengenal Penyakit HNP (Hernia Nukleus Pulposus), Penyebab, Gejala, Pencegahan

Kesimpulan

Diabetes adalah penyakit yang dapat dicegah dengan pola makan yang sehat dan seimbang. Pola makan yang sehat dapat membantu mengontrol kadar gula darah dan mencegah komplikasi diabetes. Beberapa makanan yang perlu dibatasi atau dihindari untuk mencegah diabetes adalah gula tambahan dan karbohidrat sederhana, lemak jenuh dan trans, makanan tinggi indeks glikemik, konsumsi daging merah dan olahannya, serta minuman bersoda dan pemanis buatan. Dengan mengurangi konsumsi makanan-makanan tersebut, kita dapat meningkatkan kesehatan tubuh kita dan mengurangi risiko diabetes. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.