Mengenal Penyakit HNP (Hernia Nukleus Pulposus), Penyebab, Gejala, Pencegahan

Posted on

biotifor.or.idPenyakit HNP atau Hernia Nukleus Pulposus adalah salah satu penyakit yang menyerang tulang belakang. Tulang belakang adalah bagian dari tulang belakang yang berfungsi untuk menopang dan melindungi organ-organ vital di dalam tubuh, seperti otak, sumsum tulang belakang, dan saraf-saraf. Tulang belakang terdiri dari dua potongan tulang yang disebut vertebra, yang saling berhubungan dengan bantalan tulang belakang yang disebut intervertebralis. Di antara dua vertebra terletak sebuah cairan kental yang disebut nukleus pulposus, yang berfungsi sebagai pelumas dan pengatur tekanan pada tulang belakang.

HNP terjadi ketika nukleus pulposus keluar dari lubangnya yang disebut foramen magnum, yang merupakan pintu masuknya saraf-saraf dari otak ke sumsum tulang belakang. Keluaran nukleus pulposus ini dapat menyebabkan tekanan meningkat pada saraf-saraf dan sumsum tulang belakang, sehingga menyebabkan nyeri, kelemahan, gangguan gerakan, atau bahkan kerusakan permanen pada saraf-saraf atau sumsum tulang belakang.

Mengenal Penyakit HNP

penyakit hnp

HNP dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti penuaan dan degenerasi diskus intervertebralis, cedera atau trauma tulang belakang, faktor genetik, atau gaya hidup dan postur tubuh yang buruk. Penuaan dan degenerasi diskus intervertebralis adalah proses alami yang terjadi pada setiap orang seiring bertambahnya usia, di mana kualitas dan fungsi nukleus pulposus menurun. Cedera atau trauma tulang belakang dapat terjadi akibat kecelakaan lalu lintas, jatuh dari ketinggian, atau benturan keras pada punggung. Faktor genetik dapat mempengaruhi struktur dan fungsi nukleus pulposus sejak lahir. Gaya hidup dan postur tubuh yang buruk dapat menyebabkan tekanan berlebih pada diskus intervertebralis dan nukleus pulposus.

Gejala

Gejala HNP dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan penyakitnya. Gejala umum yang dapat dialami oleh penderita HNP adalah nyeri punggung bawah, kebas atau lemah pada bagian tubuh tertentu, gangguan saraf dan gerakan, atau komplikasi lainnya seperti infeksi diskus intervertebralis (diskitis), herniasi diskus (disk herniation), atau radikulopati (radiculopathy).

Untuk mendiagnosis HNP, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan menanyakan riwayat kesehatan pasien, gejala-gejalanya, aktivitas sehari-hari pasien, dan faktor-faktor risiko penyakitnya. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang dengan menggunakan alat-alat seperti MRI (Magnetic Resonance Imaging) atau CT Scan (Computed Tomography Scan), yang dapat menghasilkan gambar-gambar detail dari struktur dan kondisi tulang belakang pasien. Selain itu, dokter juga akan melakukan konsultasi dengan spesialis saraf untuk mengetahui tingkat kerusakan saraf-saraf akibat HNP.

Baca Juga  Manfaat Daun Afrika untuk Kesehatan, Kunci untuk Kehidupan Sehat

Pengobatan

Pengobatan HNP tergantung pada jenis dan tingkat keparahan penyakitnya. Ada dua pendekatan utama dalam pengobatan HNP yaitu pendekatan konservatif dan pendekatan invasif.

Pendekatan Konservatif

Pendekatan konservatif adalah pendekatan yang bertujuan untuk mengurangi nyeri dan gejala-gejalanya tanpa harus melakukan operasi bedah. Pendekatan ini meliputi:

Terapi fisik: Terapi fisik bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan otot-otot punggung bawah pasien dengan melakukan latihan-latihan tertentu seperti peregangan otot-otot punggung bawah (stretching exercises), latihan gerakan ringan (light exercise), latihan gerakan berat (heavy exercise), dan latihan gerakan khusus (special exercise). Terapi fisik juga dapat membantu pasien untuk mengatasi kelemahan otot-otot punggung bawah yang disebabkan oleh HNP.

Obat penghilang nyeri: Obat penghilang nyeri bertujuan untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan pada saraf-saraf yang terkena tekanan akibat HNP. Obat-obatan yang dapat digunakan antara lain adalah obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen, naproxen, atau diclofenac, obat antikonvulsan, seperti gabapentin atau pregabalin, atau obat opioid, seperti tramadol atau codeine. Obat-obatan ini harus digunakan sesuai dengan resep dan anjuran dokter, karena dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan atau tidak tepat.

Istirahat dan posisi tubuh yang tepat: Istirahat dan posisi tubuh yang tepat bertujuan untuk mencegah pula penyebaran atau perburukan penyakit HNP. Pasien harus menghindari aktivitas yang dapat membebani punggung bawah, seperti membawa beban berat, menendang, atau melompat. Pasien juga harus mengatur posisi tubuhnya agar tidak terlalu tegap atau terlalu longgar saat duduk, berdiri, atau tidur. Pasien harus menggunakan bantal atau alas tidur yang dapat menopang leher dan kepala pasien agar tidak terlalu tinggi atau rendah.

Pendekatan Invasif

Pendekatan invasif adalah pendekatan yang bertujuan untuk memperbaiki struktur dan fungsi diskus intervertebralis dan nukleus pulposus yang rusak akibat HNP dengan melakukan operasi bedah. Pendekatan ini meliputi:

Injeksi epidural steroid: Injeksi epidural steroid bertujuan untuk mengurangi peradangan dan nyeri pada saraf-saraf yang terkena tekanan akibat HNP. Injeksi ini dilakukan dengan menyuntikkan obat anti-inflamasi steroid ke dalam ruang antara dua vertebra di belakang kepala pasien. Injeksi ini dapat memberikan efek sementara hingga beberapa minggu, tetapi tidak dapat menyembuhkan penyakit HNP secara permanen.

Baca Juga  Apa Itu Buah Elderberi dan 9 Manfaat Elderberi untuk Kesehatan

Operasi bedah: Operasi bedah bertujuan untuk memperbaiki diskus intervertebralis dan nukleus pulposus yang rusak akibat HNP dengan melakukan tindakan medis. Operasi bedah dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:

  • Operasi diskoplastik: Operasi diskoplastik bertujuan untuk memperkuat lubang foramen magnum dengan menggunakan bahan-bahan biologis seperti tulang belakang sendiri (autograft), tulang belakang orang lain (allograft), atau bahan sintetis seperti karet (suture) atau plastik (implant). Operasi ini dapat membantu mencegah keluarnya nukleus pulposus ke luar lubang foramen magnum.
  • Operasi laminoplastik: Operasi laminoplastik bertujuan untuk meningkatkan ruang antara dua vertebra di belakang kepala pasien dengan menggunakan bahan-bahan biologis seperti tulang belakang sendiri (autograft), tulang belakang orang lain (allograft), atau bahan sintetis seperti karet (suture) atau plastik (implant). Operasi ini dapat membantu mengurangi tekanan pada saraf-saraf dan sumsum tulang belakang.

Operasi bedah memiliki risiko-risiko seperti infeksi, perdarahan, kerusakan saraf-saraf lainnya, kesulitan buang air kecil atau besar, gangguan pencernaan, gangguan seksual, atau kematian. Oleh karena itu, operasi bedah harus dilakukan oleh dokter spesialis saraf yang berpengalaman dan memiliki fasilitas laboratorium dan radiologi yang memadai.

Pencegahan

Pencegahan HNP dapat dilakukan dengan melakukan beberapa hal berikut:

  • Pemeliharaan postur tubuh yang baik: Postur tubuh yang baik adalah postur tubuh yang dapat menjaga keseimbangan dan fleksibilitas otot-otot punggung bawah, serta menghindari tekanan berlebih pada diskus intervertebralis dan nukleus pulposus. Postur tubuh yang baik dapat ditingkatkan dengan melakukan aktivitas fisik secara teratur, seperti berjalan, bersepeda, berenang, atau yoga. Postur tubuh yang baik juga dapat ditingkatkan dengan menggunakan bantal atau alas tidur yang dapat menopang leher dan kepala agar tidak terlalu tinggi atau rendah saat duduk, berdiri, atau tidur.
  • Olahraga dan aktivitas fisik teratur: Olahraga dan aktivitas fisik teratur adalah olahraga dan aktivitas fisik yang dapat meningkatkan sirkulasi darah, oksigenasi, dan nutrisi pada otot-otot punggung bawah, serta menguatkan otot-otot punggung bawah. Olahraga dan aktivitas fisik teratur dapat membantu mencegah penumpukan lemak pada punggung bawah, serta mengurangi risiko osteoporosis (penyakit tulang belakang) pada punggung bawah. Olahraga dan aktivitas fisik teratur juga dapat membantu mengatasi kelemahan otot-otot punggung bawah yang disebabkan oleh HNP.
  • Menghindari beban berat dan gerakan yang berlebihan: Beban berat dan gerakan yang berlebihan adalah beban berat dan gerakan yang dapat membebani punggung bawah, serta menyebabkan tekanan berlebih pada diskus intervertebralis dan nukleus pulposus. Beban berat dan gerakan yang berlebihan dapat menyebabkan HNP lebih parah atau lebih sering terjadi. Beban berat dan gerakan yang berlebihan dapat dihindari dengan menggunakan alat bantu seperti tongkat atau tali saat membawa barang-barang besar atau menendang. Beban berat dan gerakan yang berlebihan juga dapat dihindari dengan melakukan istirahat sejenak jika merasa lelah atau sakit.
Baca Juga  Manfaat Daun Kenikir Khasiat Luar Biasa dari Tanaman Tradisional

Baca Juga : Penyakit Demam Berdarah: Penyebab, Gejala, Pengobatan, Pencegahan

Kesimpulan

HNP adalah penyakit tulang belakang yang disebabkan oleh keluarnya nukleus pulposus dari lubang foramen magnum. HNP dapat menyebabkan nyeri punggung bawah, kebas atau lemah pada bagian tubuh tertentu, gangguan saraf dan gerakan, atau komplikasi lainnya. HNP dapat didiagnosis dengan melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang (MRI, CT Scan), atau konsultasi dengan spesialis saraf. HNP dapat diobati dengan pendekatan konservatif (terapi fisik, obat penghilang nyeri, istirahat dan posisi tubuh yang tepat) atau pendekatan invasif (injeksi epidural steroid, operasi bedah). HNP dapat dicegah dengan melakukan pemeliharaan postur tubuh yang baik, olahraga dan aktivitas fisik teratur, serta menghindari beban berat dan gerakan yang berlebihan.