Cara Mencangkok Pohon Kelengkeng : Langkah-Langkah Dan Tips

Posted on

biotifor.or.idCara Mencangkok Pohon Kelengkeng , Apakah Anda suka dengan buah kelengkeng? Buah yang memiliki rasa manis dan segar ini sangat populer di Indonesia, baik sebagai buah segar maupun olahan. Namun, tahukah Anda bahwa kelengkeng juga merupakan tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi? Ya, kelengkeng merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak diminati oleh pasar lokal maupun internasional.

Untuk itu, banyak orang yang tertarik untuk menanam kelengkeng di pekarangan atau kebun mereka. Namun, menanam kelengkeng dari biji tidaklah mudah, karena membutuhkan waktu yang lama dan hasilnya tidak pasti. Oleh karena itu, ada teknik perbanyakan tanaman yang lebih cepat dan efektif, yaitu mencangkok.

Manfaat Mencangkok Pohon Kelengkeng

cara mencangkok pohon kelengkeng

Mencangkok adalah teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif yang dilakukan dengan cara menempelkan bagian tanaman yang diinginkan (enten) pada tanaman lain (stok) sehingga terjadi penyatuan jaringan dan pertumbuhan akar baru. Teknik ini cocok untuk perbanyakan kelengkeng, karena kelengkeng merupakan tanaman yang sulit berkembang biak secara generatif (dari biji).

Mencangkok kelengkeng memiliki beberapa keuntungan, antara lain:

  • Mendapatkan tanaman yang sama dengan induknya, baik dari segi sifat genetik maupun kualitas buah.
  • Mempercepat pembungaan dan berbuah, karena tanaman hasil cangkok sudah memiliki usia yang lebih tua daripada tanaman dari biji.
  • Menghemat lahan, karena tanaman hasil cangkok tidak memerlukan ruang yang luas untuk tumbuh.

Langkah-langkah mencangkok kelengkeng secara umum adalah sebagai berikut:

  1. Persiapan alat dan bahan
  2. Cara mencangkok kelengkeng
  3. Cara menurunkan dan menanam cangkokan

Berikut adalah penjelasan lebih lengkap tentang masing-masing langkah.

Persiapan Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk mencangkok kelengkeng adalah:

  • Pisau, untuk mengupas kulit batang dan memotong cangkokan
  • Plastik, untuk membungkus media tanam pada cangkokan
  • Tali rafia, untuk mengikat plastik pada cangkokan
  • Sprayer, untuk menyiram cangkokan
  • Tanah, untuk media tanam pada cangkokan
  • Pupuk kompos, untuk campuran media tanam pada cangkokan
  • Batang kelengkeng yang sehat dan lurus, untuk bahan cangkokan
Baca Juga  Manfaat Sayur Kluwih: Keajaiban Nutrisi dalam Setiap Gigitan

Tips memilih batang kelengkeng yang cocok untuk dicangkok adalah:

  • Ukuran batang sekitar 1-2 cm, tidak terlalu besar atau terlalu kecil
  • Bentuk batang lurus dan tidak bercabang, agar mudah dibungkus plastik
  • Umur batang sekitar 1-2 tahun, tidak terlalu muda atau terlalu tua

Cara Mencangkok Kelengkeng

Cara mencangkok kelengkeng dengan detail dan gambar adalah sebagai berikut:

1. Mengupas Kulit Batang

Proses mengupas kulit batang dimulai dengan pemilihan bagian batang yang akan dicangkok. Selanjutnya, gunakan pisau untuk melakukan pengupasan pada kulit batang dengan panjang sekitar 5-10 cm. Pastikan bahwa proses pengupasan dilakukan secara cermat sehingga kulit batang menjadi terkelupas dengan bersih, dan pastikan tidak ada sisa kambium, yaitu lapisan tipis berwarna hijau yang terletak di bawah kulit batang. Penting untuk membersihkan kambium ini agar tidak terjadi penyambungan kembali antara kulit dan kayu batang yang dapat menghambat proses cangkok.

2. Menempelkan Media Tanam

Langkah selanjutnya adalah menyatukan tanah dan pupuk kompos dalam rasio 1:1, kemudian tambahkan air untuk membuat campuran basah. Setelah itu, tempelkan media tanam yang telah dibuat tadi pada area batang yang sebelumnya telah diupas kulitnya. Pastikan untuk meratakan media tanam dengan tangan. Fungsi dari media tanam ini tidak hanya sebagai sumber nutrisi bagi tanaman, tetapi juga sebagai tempat di mana akar baru dapat tumbuh dengan optimal. Proses ini memberikan kondisi yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang dicangkok.

3. Membungkus Dan Mengikat Plastik

Ambil plastik yang berkualitas, memiliki ketebalan yang memadai dan tahan terhadap robek. Selanjutnya, bungkus erat media tanam di sekitar batang menggunakan plastik tersebut. Pastikan untuk mengikat plastik dengan tali rafia di bagian atas dan bawah media tanam, sehingga tidak ada celah atau kebukaan yang dapat terjadi. Fungsi utama dari plastik ini adalah untuk melindungi media tanam dari berbagai gangguan eksternal, termasuk hama, penyakit, atau bahkan kekeringan. Upaya ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan tanaman yang dicangkok.

Baca Juga  Efek Samping KB Implan, Risiko dan Manfaat

4. Menyiram Dan Merawat Cangkokan

Lakukan penyiraman pada cangkokan setiap harinya menggunakan sprayer guna menjaga kelembaban media tanam. Selain itu, lakukan perawatan yang baik terhadap cangkokan, seperti membersihkan daun yang terkena kotoran, melakukan pemangkasan gulma, dan mengatasi masalah hama serta penyakit yang dapat mengancam pertumbuhan tanaman. Proses perawatan yang rutin ini akan memberikan kondisi lingkungan yang optimal untuk perkembangan tanaman cangkokan.

Tips agar cangkokan berhasil adalah:

  • Waktu yang tepat untuk mencangkok kelengkeng adalah pada musim hujan atau awal musim kemarau, agar kelembaban udara cukup tinggi.
  • Lokasi yang sesuai untuk mencangkok kelengkeng adalah yang terkena sinar matahari cukup, tetapi tidak terlalu panas atau terik.
  • Frekuensi penyiraman yang ideal untuk cangkokan kelengkeng adalah 2-3 kali sehari, tergantung pada kondisi cuaca dan media tanam.

Cara Menurunkan dan Menanam Cangkokan

1. Cara menurunkan cangkokan dari batang induk setelah akar tumbuh dengan baik adalah sebagai berikut:

Memotong cangkokan

Setelah 2-3 bulan, periksa cangkokan dengan membuka sedikit plastik pada bagian bawah media tanam. Jika sudah terlihat akar yang putih dan sehat, maka cangkokan siap untuk diturunkan. Gunakan pisau untuk memotong cangkokan dari batang induk, sekitar 10 cm di bawah media tanam.

Membersihkan cangkokan

Buka plastik yang membungkus media tanam, lalu bersihkan sisa-sisa tanah atau pupuk yang menempel pada akar. Hati-hati agar tidak merusak akar yang masih rapuh.

Mengangkat cangkokan

Angkat cangkokan dengan hati-hati, lalu letakkan di tempat yang teduh dan sejuk. Siram cangkokan dengan air bersih, agar akar tidak kering.

2. Cara menanam cangkokan di lahan atau pot yang telah disiapkan adalah sebagai berikut:

Membuat lubang.

Baca Juga  Top Up Koin TikTok Untuk Meningkatkan Konten Anda

Buat lubang di lahan atau pot yang telah disiapkan, dengan kedalaman dan lebar sekitar 20 cm. Isi lubang dengan campuran tanah dan pupuk kompos dengan perbandingan 1:1, lalu basahi dengan air.

Memasukkan cangkokan.

Masukkan cangkokan ke dalam lubang, lalu atur posisi agar tegak dan seimbang. Pastikan akar cangkokan tidak terlipat atau terpotong.

Menutup lubang.

Tutup lubang dengan tanah, lalu padatkan dengan tangan. Siram tanaman dengan air bersih, agar tanah menempel pada akar.

Tips merawat tanaman kelengkeng hasil cangkok adalah:

  • Cara pemupukan yang baik adalah dengan memberikan pupuk NPK dengan dosis 5 gram per tanaman setiap bulan, dan pupuk kandang dengan dosis 10 kg per tanaman setiap 6 bulan.
  • Cara pemangkasan yang efektif adalah dengan memotong ranting atau cabang yang kering, sakit, atau mengganggu pertumbuhan tanaman.
  • Cara pencegahan hama dan penyakit yang ampuh adalah dengan menyemprotkan pestisida alami, seperti air sabun, air jeruk nipis, atau air bawang putih.

Penutup

Mencangkok kelengkeng adalah teknik perbanyakan tanaman yang mudah dan praktis, serta memiliki banyak keuntungan. Dengan mengikuti langkah-langkah dan tips yang telah dijelaskan di atas, Anda dapat mencangkok kelengkeng dengan sukses dan mendapatkan tanaman yang sehat dan berbuah lebat. Selamat mencoba!