B2P2BPTH YOGYAKARTA, PERAIH PUI PERTAMA DI BADAN LITBANG DAN INOVASI, KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

ADMIN | Jumat , 23-Des-2016

JAKARTA (biotifor.or.id) - Menurut Prof. Dr. Mohamad Nasir, M.Si bahwa peran inovasi dan teknologi yang memiliki manfaat nyata pada pengguna akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dalam memperkuat kelembagaan iptek adalah melalui pengembangan Pusat Unggulan Iptek (PUI).

“Pemanfaatan inovasi dalam negeri akan memberi dampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi sehingga semakin bisa bersaing di tingkat global. Dengan harga inovasi, maka produk-produk dalam negeri akan dapat bersaing dengan produk luar negeri," kata Menteri Ristekdikti ini.

Kemenristekdikti mulai mendorong industri dalam negeri untuk memanfaatkan hasil inovasi yang dihasilkan oleh para peneliti. Produk-produk unggulan iptek secara intensif akan dihilirasi. Keluhan dunia industri sangat sulit mendapatkan informasi terkait hasil penelitian dan inovasi. Demikian juga dengan para peneliti juga mengalami kesulitan untuk menyalurkan dan mendapatkan informasi ke industri.

“Hasil inovasi bangsa kita sangat banyak, bahkan berdasarkan global inovative indeks peringkat kita naik dari 35 ke 31 untuk tingkat dunia," lanjut Nasir saat memberikan sambutan dalam apresiasi Litbang 2016, di Audiotirum BPPT II, Jakarta, Kamis (22/12/2016).

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (B2P2BPTH) Yogyakarta termasuk 8 instansi/lembaga penelitian yang mendapatkan sertifikat dan plakat PUI. Penghargaan ini diterima Ir. Tandya Tjahjana, M.Si, selaku Kepala B2P2BPTH yang diserahkan langsung oleh Menteri Ristekdikti.

Salah satu manfaat yang akan didapatkan dengan bergabungnya B2P2BPTH dalam PUI akan mendapatkan dukungan pendanaan yang dapat digunakan untuk bantuan pelaksanaan operasional pengembangan PUI Kemenristekdikti setiap tahun selama maksimum 3 tahun.

"Babak baru perjalanan litbang di B2P2BPTH Yogyakarta terbukti bisa lolos dan bergabung dalam PUI. Ini merupakan lembaga litbang pertama di lingkup Badan Litbang dan Inovasi, Kementerian KLHK," kata Dr. Ir. Anto Rimbawanto dengan mantab.

Acara Apresiasi Lembaga Litbang tahun 2016 terdapat 23 lembaga litbang yang lolos seleksi PUI, dan hanya 3 lembaga yang ditetapkan langsung yaitu Balai Penelitian Tanaman Palma Menado, Balai Besar Industri Agro Bogor, dan B2P2BPTH Yogyakarta. Pada acara ini juga ditandatangani dokumen Masterplan masing-masing instansi peraih PUI untuk tiga tahun kedepan.

“Prestasi ini harus bisa dijawab dengan memenuhi salah satu kewajiban untuk menghasilkan 20 naskah yang terbit di jurnal terakreditasi nasional dan 5 jurnal internasional dapat tercapai dalam 1 tahun. Hal ini perlu perumusan strategi bagaimana cara untuk mencapainya,” lanjut Dr. Arif Nirsatmanto salah satu peneliti yang hadir dalam acara tersebut.

Editor : Lukman Hakim