Cuma Butuh Air dan Pupuk, Begini Cara Menanam Mengkudu yang Mudah dan Praktis

biotifor.or.idCara Menanam Mengkudu – Mengkudu atau pace adalah salah satu buah asli Indonesia yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Buah ini mengandung antioksidan, vitamin, mineral, dan senyawa aktif lainnya yang dapat membantu mencegah dan mengobati berbagai penyakit, seperti diabetes, kolesterol tinggi, asam urat, infeksi, inflamasi, dan lain-lain.

Selain itu, mengkudu juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan, minuman, kosmetik, pewarna alami, dan pestisida nabati. Dengan begitu, mengkudu memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dan dapat menjadi sumber penghasilan bagi petani.

Namun, bagaimana cara menanam mengkudu yang baik dan benar? Apa saja yang perlu diperhatikan dalam budidaya mengkudu? Bagaimana cara merawat dan memanen buah mengkudu?

Dalam artikel ini, kami akan menjawab semua pertanyaan tersebut dengan memberikan panduan lengkap cara menanam mengkudu mulai dari pembibitan hingga panen. Simak terus artikel ini sampai selesai agar Anda dapat mengetahui semua informasi yang Anda butuhkan.

Pembibitan Mengkudu

Langkah pertama dalam cara menanam mengkudu adalah melakukan pembibitan. Ada dua metode pembibitan yang dapat Anda gunakan, yaitu dengan biji atau dengan stek batang.

Pembibitan dengan Biji

Pembibitan dengan biji adalah metode yang paling mudah dan murah untuk mendapatkan bibit mengkudu. Anda hanya perlu menyediakan biji dari buah mengkudu yang sudah masak dan berkualitas. Berikut ini adalah langkah-langkahnya:

  1. Pilih buah mengkudu yang sudah masak dan berasal dari tanaman sehat, unggul, dan berumur minimal 10 tahun.
  2. Buka buah mengkudu dan ambil bijinya. Cuci bersih biji dari lendir buah dan jemur di bawah sinar matahari selama satu minggu atau sampai kering.
  3. Siapkan media semai berupa campuran tanah subur, pupuk kandang, dan sekam bakar dengan perbandingan 2:1:1. Aduk rata media semai dan basahi dengan air secukupnya.
  4. Siapkan polybag berukuran 15 x 15 cm dan isi dengan media semai hingga setengah bagian. Lubangi dasar polybag agar air dapat mengalir keluar.
  5. Tanam satu biji mengkudu di setiap polybag dengan kedalaman sekitar 2 cm. Tutup kembali lubang tanam dengan media semai dan tekan-tekan agar padat.
  6. Letakkan polybag di tempat yang teduh dan terlindung dari hujan langsung. Siram bibit setiap hari agar media semai tetap lembab.
  7. Setelah 2-3 minggu, bibit akan mulai tumbuh tunas. Pindahkan polybag ke tempat yang lebih terang agar bibit mendapatkan cukup cahaya matahari.
  8. Setelah 4-5 bulan, bibit akan berumur sekitar 6-8 bulan dan siap untuk dipindahkan ke lahan tanam.
Baca Juga  14 Manfaat Bunga Bagi Manusia yang Perlu Kamu Ketahui

Pembibitan dengan Stek Batang

Pembibitan dengan stek batang adalah metode yang lebih cepat untuk mendapatkan bibit mengkudu. Anda hanya perlu menyediakan batang dari tanaman mengkudu yang sudah dewasa dan sehat. Berikut ini adalah langkah-langkahnya:

  1. Pilih batang mengkudu yang sehat, kuat, dan berdiameter sekitar 2-3 cm. Potong batang menjadi beberapa bagian dengan panjang sekitar 20 cm. Buang daun-daun tua dan sisakan daun-daun muda di ujung batang.
  2. Siapkan media semai yang sama seperti pada pembibitan dengan biji. Isi polybag berukuran 15 x 15 cm dengan media semai hingga setengah bagian.
  3. Tanam satu batang stek di setiap polybag dengan kedalaman sekitar 10 cm. Pastikan ujung batang yang memiliki daun muda berada di atas permukaan media semai.
  4. Letakkan polybag di tempat yang teduh dan terlindung dari hujan langsung. Siram bibit setiap hari agar media semai tetap lembab.
  5. Setelah 2-3 bulan, bibit akan mulai tumbuh akar. Pindahkan polybag ke tempat yang lebih terang agar bibit mendapatkan cukup cahaya matahari.
  6. Setelah 3-4 bulan, bibit akan berumur sekitar 5-6 bulan dan siap untuk dipindahkan ke lahan tanam.

Persiapan Lahan Tanam

Langkah kedua dalam cara menanam mengkudu adalah mempersiapkan lahan tanam. Anda perlu memilih lahan yang sesuai dengan karakteristik tanaman mengkudu, yaitu:

  • Lahan yang memiliki pH tanah antara 5,5-6,5. Anda dapat mengukur pH tanah dengan menggunakan alat pengukur pH atau dengan melihat warna tanah. Tanah yang berwarna coklat kemerahan biasanya memiliki pH yang asam, sedangkan tanah yang berwarna abu-abu biasanya memiliki pH yang basa.
  • Lahan yang memiliki kesuburan tanah yang baik. Anda dapat meningkatkan kesuburan tanah dengan memberikan pupuk organik, seperti pupuk kandang, kompos, atau bokashi. Pupuk organik dapat membantu menyediakan nutrisi, meningkatkan struktur, dan memperbaiki aerasi tanah.
  • Lahan yang memiliki drainase tanah yang baik. Anda dapat membuat saluran air atau lubang resapan agar air tidak menggenang di lahan. Air yang menggenang dapat menyebabkan akar tanaman busuk dan mati.
  • Lahan yang mendapatkan cukup cahaya matahari. Tanaman mengkudu membutuhkan cahaya matahari sekitar 6-8 jam per hari untuk melakukan fotosintesis dan tumbuh optimal.

Setelah menentukan lahan yang sesuai, Anda perlu melakukan beberapa hal berikut ini sebelum menanam bibit mengkudu:

  • Bersihkan lahan dari gulma, sisa-sisa tanaman, batu, atau benda asing lainnya yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman mengkudu.
  • Olah lahan dengan cara mencangkul, membajak, atau menggemburkan tanah hingga kedalaman sekitar 20-30 cm. Hal ini bertujuan untuk mempermudah penanaman bibit dan pertumbuhan akar tanaman mengkudu.
  • Beri pupuk kandang sebanyak 10-15 kg/m2 pada lahan dan aduk rata dengan tanah. Biarkan lahan selama 7-14 hari agar pupuk kandang terurai dan menyatu dengan tanah.
  • Buat lubang tanam dengan ukuran sekitar 30 x 30 x 30 cm dan jarak antara lubang sekitar 2,5 x 2,5 meter hingga 5 x 5 meter. Jarak antara lubang tergantung pada intensitas cahaya matahari dan kepadatan tanaman yang diinginkan.
Baca Juga  Panduan Budidaya Durian : Langkah Awal Hingga akhir

Penanaman Bibit Mengkudu

Langkah ketiga dalam cara menanam mengkudu adalah melakukan penanaman bibit. Anda perlu memilih bibit yang sehat, kuat, dan berkualitas untuk ditanam di lahan. Berikut ini adalah langkah-langkahnya:

  1. Pilih bibit mengkudu yang berumur sekitar 6-8 bulan dan tingginya sekitar 0,5-1 meter. Pastikan bibit tidak memiliki gejala penyakit atau hama pada daun, batang, atau akar.
  2. Potong akar tunggang bibit sampai panjangnya sekitar 20-25 cm. Hal ini bertujuan untuk merangsang pertumbuhan akar samping dan mencegah akar menjadi terlalu panjang.
  3. Buka polybag dari bibit dengan hati-hati agar tidak merusak akar. Jangan mencabut bibit dari media semai karena dapat menyebabkan stres pada tanaman.
  4. Masukkan bibit ke dalam lubang tanam yang sudah disiapkan sebelumnya. Timbun dengan media semai hingga permukaan lubang tanam rata dengan permukaan lahan. Tekan-tekan media semai agar padat dan tidak mudah berantakan

Perawatan Tanaman Mengkudu

Langkah keempat dalam cara menanam mengkudu adalah melakukan perawatan tanaman. Anda perlu merawat tanaman mengkudu dengan baik agar dapat tumbuh sehat, subur, dan berbuah banyak. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda lakukan:

  • Siram tanaman mengkudu secara rutin setiap hari pada pagi atau sore hari. Jangan siram terlalu banyak atau terlalu sedikit agar tanah tidak terlalu basah atau kering. Pastikan air meresap ke dalam tanah dan tidak menggenang di permukaan.
  • Beri pupuk organik sebanyak 5-10 kg/m2 setiap 3 bulan sekali pada tanaman mengkudu. Anda dapat menggunakan pupuk kandang, kompos, bokashi, atau pupuk organik lainnya yang tersedia di pasaran. Aduk rata pupuk organik dengan tanah di sekitar tanaman dan siram dengan air.
  • Pangkas daun-daun tua, kering, atau rusak yang ada pada tanaman mengkudu. Hal ini bertujuan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan tanaman serta meningkatkan intensitas cahaya matahari yang diterima oleh daun-daun muda.
  • Lakukan penyiangan gulma secara berkala pada lahan tanam. Gulma dapat bersaing dengan tanaman mengkudu dalam hal nutrisi, air, dan cahaya matahari. Gulma juga dapat menjadi sarang hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman mengkudu.
  • Lakukan pencegahan dan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman mengkudu. Beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman mengkudu antara lain adalah kutu daun, ulat, tungau, jamur, bakteri, dan virus. Anda dapat menggunakan pestisida nabati, seperti bawang putih, jahe, kunyit, cabai, atau daun sirih untuk mengusir hama dan penyakit secara alami.
Baca Juga  Cara Menanam Bawang Putih: Panduan Lengkap untuk Pemula

Pemanenan Buah Mengkudu

Pemanenan Buah Mengkudu

Langkah kelima dalam cara menanam mengkudu adalah melakukan pemanenan buah. Anda perlu memanen buah mengkudu pada saat yang tepat agar mendapatkan hasil yang optimal. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui:

  • Tanaman mengkudu mulai berbuah setelah berumur sekitar 2-3 tahun. Buah mengkudu tumbuh di ujung ranting dan berbentuk bulat lonjong dengan warna hijau muda saat masih muda dan berubah menjadi kuning kecoklatan saat sudah masak.
  • Buah mengkudu memiliki aroma yang tidak sedap saat sudah masak. Oleh karena itu, Anda perlu memanen buah mengkudu sebelum aroma tersebut keluar agar tidak menimbulkan bau yang tidak enak di sekitar lahan tanam.
  • Buah mengkudu dapat dipanen setiap bulan sepanjang tahun. Anda dapat memetik buah mengkudu dengan menggunakan gunting atau pisau tajam dan memotong tangkainya sekitar 2-3 cm dari buah. Jangan memetik buah mengkudu dengan cara mencabutnya dari tangkai karena dapat merusak kulit buah dan mempercepat proses pembusukan.
  • Buah mengkudu yang sudah dipanen dapat disimpan di tempat yang kering dan sejuk selama beberapa hari. Jika Anda ingin menyimpan buah mengkudu lebih lama, Anda dapat mengolahnya menjadi produk olahan, seperti jus, sirup, selai, dodol, keripik, atau tepung.

Demikianlah panduan lengkap cara menanam mengkudu yang dapat kami sampaikan kepada Anda. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu Anda dalam budidaya mengkudu.