Berita

Home > Berita

Final Reviw “Management of Fungal Root Rot in Acacias Plantation in Indonesia”

Tanggal 12 s/d 13 April 2010 di Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPBPTH) telah diselenggarakan Final Review proyek dihadiri oleh ACIAR Forestry Program Manager, yaitu Dr. Sadanandan  Nambiar dan projec scientist Dr. Caroline Mohamed  (UTAS  Hobart),  Dr. Chris Beadle (CSIRO Hobart), Dr. Anthony Francis (UTAS Hobart),  Dr. Anto Rimbawanto, Purnamila Sulistyawati,S.Si., Dr. AYPBC Widyatmoko, Nur Hidayati,S.Hut. dan Desi Puspitasari, serta 2 peneliti dari Bogor, yaitu Ragil Irianto dan Luciasih  Agustini (P3HKA). Dari BBPBPTH diwakili oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Evaluasi Ir. Kusmintardjo, M.Agr.Sc, serta ketiga mitra kerja yaitu PT. Ararabadi (Direktur R&D), PT. Mitra Hutan Lestari dan PT. RAPP  yang juga dihadiri Direktur R&D.
Berhubung masih banyak pekerjaan laboratorium dan lapangan yang masih perlu ditindaklanjuti, maka ACIAR telah memberikan persetujuan untuk masa perpanjangan 12 bulan ke depan. Dalam masa perpanjangan tersebut perlu dilakukan beberapa pengujian penting diantaranya :

1. Uji patogenitas Ganoderma philippi terhadap tiga jenis tanaman yaitu Acacia mangium, Eucalyptus pellita dan Alstonia scholaris;
2. Uji kompatibilitas somatic guna mengetahui keragaman genetik jamur ganoderma dan mempelajari pola penyebaran penyakit.

Pencapaian tujuan dari kegiatan proyek dapat diringkas sebagai berikut :

1. Identifikasi organisme utama penyebab busuk akar dan karakterisasi biologinya;
2. Identifikasi faktor tempat tumbuh yang mempengaruhi pertumbuhan tanda serangan dan penyebaran penyakit;
3. Pengembangan strategi yang mudah dan efektif untuk mengurangi serangan penyakit;
4. Pelatihan, diseminasi dan pemanfaatan hasil.

Beberapa hasil penting lainnya diantaranya adalah :

1. Lebih dari 4000 kultur jamur Ganoderma dan jamur lainnya kini disimpan dan dipelihara di lab patologi BBPBPTH;
2. Identifikasi jamur utama penyebab busuk akar, yaitu Ganoderma philippi. Jamur ini ditemukan sebagai salah satu penyebab serangan busuk akar  atau sering disebut jamur akar merah (akar yang terserang menunjukkan mycelium berwarna merah);
3. Pengembangan protokol identifikasi jamur dengan teknik DNA. Pekerjaan analisis DNA ini dilakukan di lab BBPBPTH;
4. Penelitian jamur antagonistis masih terus dilakukan dengan memanfaatkan sample jamur yang dikumpulkan dari lokasi monitoring;
5. Uji patogenitas telah dilakukan pada tiga jenis tanaman yaitu Acacia mangium, Eucalyptus pellita dan Alstonia scholaris.

Tim reviewer berkesimpulan bahwa proyek dimaksud telah berhasil melaksanakan seluruh tujuan proyek sebagaimana tersurat dalam dokumen proyek.