Penasehat Senior Menteri LHK: Mindset Shift For Organization Transformation

ADMIN | Rabu , 3-Juli-2019

BBPPBPTH (Yogja, 28/06/2019)_”Mindset Shift for Organization Transformation meliputi  puspose, network, empowering, experimentation, and transparency,” tutur Dr. Ir. Efransjah, M.Sc, Penasehat Senior Menteri KLHK dalam Hilirisasi Hasil Litbang Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPPBPTH) Yogyakarta pada Jumat (28/06).

Menurut Efransjah kalau hilirisasi BBPPBPTH mau eksis harus relevan dan saling terkoneksi dengan keadaan sekarang. Proses hilirisasi di BBPPBPTH ideal dalam konteks skala operasional yang terjangkau, lanjutnya pada saat memberikan masukan dan pandangan sebagai PSM.

Penasehat Senior Menteri KLHK ini juga membagikan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses hilirisasi antara lain tata kelola yang dapat diaudit (simple namun auditable), transparan dan perlu mempersiapkan instrument yang tidak berbenturan dengan aturan.

Efransjah juga menambahkan bahwa proses hilirisasi juga membutuhkan entitas sehingga memunculkan Benefit Sharing Internal. Selain itu, hilirisasi merupakan proses yang harus menjangkau end user sehingga proses ini harus jelas aturan mainnya serta transparan.

Dalam pertemuan ini, Dr. Nur Sumedi, S.Pi, MP selaku Kepala BBPPBPTH menegaskan bahwa peningkatan kerjasama kelembagaan merupakan landasan utama dalam mendukung proses hilirisasi. Disamping itu, inovasi dari produk yang dihasilkan akan menimbulkan potensi usaha produksi.

Adapun prasarat hilirisasi, yaitu harus dikelompokkan atas jenis produknya (sosial, semi komersil dan komersil), ungul dan murah (dibandingkan kompetitornya), tersedia dan terdistribusi secara geografis, serta dipromosikan kepada publik secara massif dan berkelanjutan.

”Potensi dampak luas pemanfaatan produk adalah untuk melihat sukses atau tidaknya proses hilirisasi” imbuhnya.

Peneliti senior BBPPBPTH yaitu Dr. Arif Nirsatmanto sebagai calon Direktur Biotifor Mart yang merupakan salah satu media hilirisasi hasil litbang BBPPBPTH menyampaikan bahwa perlunya formasi yang baik agar rencana hilirisasi BBPPBPTH dapat memberikan peran yang optimal, memberikan apresiasi yang baik bagi peneliti terkait tanpa bertentangan dengan aturan yang ada.

Kemudian Nur menambahkan bahwa proses hilirisasi yang dilakukan oleh BBPPBPTH melalui 3 tahapan, yaitu pendekatan terhadap proses, mitra kerja dan penetrasi pasar sebagai sarana promosi.

”Saat ini sudah ada 5 buah produk benih unggul yang siap dihilirisasi antara lain : Acacia mangium (F1, F2, F3), Eucalyptus pellita (F1, F2), Tectona grandis (Jati Purwo), Melaleuca cajuputi (F1, F2), Acacia auriculiformis (Akor) (F1, F2)”, lanjutnya.***UQ

Editor               : RH

Dokumentasi    : Dewi Sartika

 

  

Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan :

Jl. Palagan Tentara Pelajar KM15 Purwobinangun Pakem Sleman DI Yogyakarta (Indonesia)

Email                : breeding@biotifor.or.id

Website            : www.biotifor.or.id

 

E-Journal          : http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPTH/index