PEMANFAATAN TEKNOLOGI BENIH UNGGUL UNTUK MENDORONG INDUSTRI MINYAK KAYUPUTIH DI INDONESIA BAGIAN TIMUR GUNA MENGURANGI IMPOR MINYAK SUBSTITUSI

ADMIN | Senin , 10-Sept-2018

PEMANFAATAN TEKNOLOGI BENIH UNGGUL UNTUK MENDORONG INDUSTRI MINYAK KAYUPUTIH DI INDONESIA BAGIAN TIMUR GUNA MENGURANGI IMPOR MINYAK SUBSTITUSI

Project Pendanaan Insentif Inovasi Industri – Kementerian Ristek & Dikti)

 

 

Industri minyak kayuputih Indonesia saat ini masih bertumpu pada pasokan bahan baku dari kebun kayuputih di Jawa dan tegakan alam di Kepulauan Maluku. Luasan sumber bahan baku daun kayuputih dari keduanya mencapai 150.000 hektar, namun karena produktivitas yang rendah menyebabkan pasokan minyak kayuputih untuk industri kemasan dan farmasi dalam negeri hanya sebesar 400 – 600 ton per tahun dari kebutuhan 3.500 ton per tahun. Akibatnya, pelaku usaha mengandalkan impor minyak substitusi dari tanaman ekaliptus dari China sebagai bahan baku campuran.

Guna mengurangi ketergantungan pada minyak impor ekaliptus, sebuah investasi komersial dalam negeri (PT Sanggar Agro Karya Persada / PT SAKP) sedang membangun perkebunan kayuputih skala besar dan industri penyulingannya di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Penanaman dimulai sejak tahun 2016 dan ditargetkan akan menjadi kebun kayuputih yang memiliki produktivitas tinggi. Namun demikian sebagai perusahaan perintis pengembangan industri minyak kayuputih skala besar, PT SAKP masih memerlukan banyak pendampingan dalam rangka penyerapan dan aplikasi teknologi dan inovasi hasil litbang yang berkaitan dengan pengelolaan tanaman kayuputih, industri penyulingan dan industri kemasan kayuputih.

Selengkapnya

 

 Download.pdf