MEMPERKENALKAN KEKAYAAN FLORA INDONESIA PADA SISWA SMPIT ALAM YOGYAKARTA

ADMIN | Selasa , 4-Okt-2016

YOGYA (biotifor.or.id) – Indonesia merupakan negeri tropis yang dikaruniai Allah jenis-jenis tanaman yang sangat banyak. Salah satu yang menyebabkan hal ini terjadi karena Indonesia terletak di sekitar garis katulistiwa sehingga hanya memiliki 2 musim. Selain itu, tanahnya subur sehingga banyak tanaman tumbuh cepat dan selalu hijau sepanjang tahun karena mendapatkan air hujan dan cukup sinar matahari.

Hal tersebut disampaikan Lukman Hakim, S.Hut, MP, selaku Kasie Data Informasi dan Diseminasi (DID), saat menjelaskan profil singkat Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan pemuliaan Tanaman Hutan (B2P2BPTH) Yogyakarta kepada siswa/siswi SMPIT Alam Yogyakarta di ruang seminar B2P2BPTH, Rabu (28/09/2016).

“Berbeda dengan negara yang mempunyai 4 musim, jenis tumbuhanyanya tidak sebanyak di daerah tropis seperti di Indonesia. Kami meneliti beberapa tanaman hutan prioritas yang hasilnya benih unggul untuk peningkatan produktivitas hutan,” lanjut Lukman.

Syaiful, S.Pd., guru SMPIT Alam Yogyakarta menyampaikan kegiatan kunjungan edukasi merupakan bagian dari kegiatan belajar mengajar sekolah. Siswa ke lapangan untuk melihat secara langsung dan menelaah sambil belajar pada peneliti di B2P2BPTH.

“Dengan berkunjung di sini, siswa bisa melihat persemaian itu seperti apa, pengelolaannya bagaimana, jenis tanaman dan manfaat dari tanaman tersebut. Mungkin suatu saat mereka ada yang berminat menjadi peneliti kehutanan,” kata Syaiful.

Setelah tukar-menukar cinderamata, untuk menambah semangat siswa maka diadakan door prize dengan mengajukan pertanyaan terkait paparan yang telah disampaikan. Beberapa siswa tampak malu-malu untuk menjawab pertanyaan yang diajukan, walaupun sebenarnya mampu untuk menjawabnya. Peserta putri terlihat lebih berani maju untuk menjawab pertanyaan.

Peserta sebanyak 43 siswa didampingi oleh 4 orang guru. Saat kunjungan ke persemaian dibagi menjadi dua kelompok, untuk kelompok I dibimbing oleh Hamdan Adma Adinugraha, S.Hut.,M.Sc. sedangkan kelompok II bersama Dedi Setiadi, S.Tp, M.Sc..

Sembari menemani para siswanya di lapangan, Syaiful mengatakan bahwa belajar ke lapangan sangat bermanfaat, dimana para siswa tidak hanya belajar secara teks book, namun bisa melihat langsung kegiatan penelitian dan berkomunikasi dengan peneliti.

“Kadang-kadang siswa bingung ketika dijelaskan hal-hal yang agak rumit, gurunya juga bingung bagaimana cara menjelaskannya. Namun dengan metode ini, siswa mudah menerima dan juga memancing rasa ingin tahu mereka,” pungkas guru Bahasa Indonesia ini.

Menurut Arsyada siswa kelas 7B, bahwa dia baru tahu kalau di Indonesia kaya akan tanaman dan sangat bermanfaat. “Jadi banyak tahu tanaman beserta nama latin dan manfaatnya, sebelumnya sudah tahu ada jati dan sengon tapi belum tahu nama-nama latinnya,” sahut Ivan, temannya. (mna)

 

Editor: Lukman Hakim