MENRISTEK: INOVASI BENIH UNGGUL KAYUPUTIH DARI BALAI BESAR LITBANG BPTH, SOLUSI MENUJU SWASEMBADA MINYAK KAYUPUTIH

ADMIN | Kamis , 19-Des-2019

Balai Besar Litbang BPTH (Yogya, 18/12/2019)_Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Bambang Brodjonegoro, Ph.D., mengatakan inovasi benih unggul kayuputih dari Balai Besar Litbang BPTH Yogyakarta merupakan solusi menuju swasembada minyak kayuputih.

Hal itu dikatakannya saat melakukan penanaman bibit unggul kayu putih di KHDTK Gunungkidul, Rabu, (18/12/2019). Bibit kayu putih yang ditanam merupakan hasil pemuliaan tanaman kayu putih yang dilaksanakan oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan sejak tahun 1995.

Sebelumnya dalam laporannya Kepala Balai Besar Litbang BPTH, Dr. Nur Sumedi, S.Pi., MP,  menyebutkan pertimbangan utama dalam riset pemuliaan kayuputih ini adalah karena masih sangat rendahnya produktivitas minyak kayuputih nasional yang hanya mampu memasok 15% dari kebutuhan bahan baku industri obat-obatan dan farmasi dalam negeri.

“Akibatnya, kekurangan pasokan sebesar 85% dipenuhi dari impor minyak substitusi berupa minyak ekaliptus.  Perlu kami sampaikan bahwa kebutuhan bahan baku minyak kayuputih untuk industri obat kemasan dalam negeri tercatat mencapai lebih dari ±3500 ton per tahun,” kata Nur Sumedi.  

Lebih lanjut disampaikan, memperhatikan kondisi ini, Balai Besar Litbang BPTH melakukan riset  pemuliaan tanaman kayuputih secara intensif dan berkelanjutan untuk peningkatan rendemen minyak dan kandungan senyawa 1,8 cineole. Dua karakter ini menjadi komponen utama dalam peningkatan produktivitas tanaman kayuputih.

Dalam rangka percepatan swasembada minyak kayuputih, program penelitian kayuputih Balai Besar Litbang BPTH, sejak tahun 2017 memperoleh hibah dari Kemenristek/Dikti dalam program insentif inovasi industri.  Pada tahun pertama dan kedua, bekerja sama dengan mitra industri PT. Sanggar Agro Karyapersada dalam pembangunan kebun kayuputih unggul di Bima, Nusa Tenggara Barat seluas 4000 ha. 

Untuk itu Bambang Brodjonegoro menekankan kita harus memastikan bahwa apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia bisa dipenuhi sendiri dengan sumber daya sendiri. Selain itu juga mendorong mendorong para peneliti termasuk peneliti di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dan dari UGM juga untuk terus mencari substitusi atau jenis minyak atau material yang bisa mengganti materi yang selama ini masih didatangkan dari luar Indonesia.

“Nantinya kita akan melounching/meresmikan pemakaian bibit unggul untuk minyak kayuputih yang kita harapkan rendemen dan produktifitasnyanya tinggi sehingga juga bisa mengurangi akan import, tapi yang lebih penting dari itu adalah yang menjadi pelaku dari menanam sampai memanennya adalah kelompok tani, dengan skema inti-plasma,” ujar Bambang Brodjonegoro penuh semangat.

Ia juga mengapresiasi kepada pihak swasta yang sudah bersedia menjadi off taker, karena ini artinya berhasil menciptakan kemitraan antara usaha menengah besar dengan kelompok tani yang menjadi plasma, dan harapkannya model seperti ini tidak hanya ada di Gunungkidul tapi juga bisa dikembangkan untuk lahan-lahan kayuputih lainnya terutama yang ada di wilayah timur Indonesia.

“Kayuputih membutuhkan perawatan sejak ditanam hingga berumur 2 tahun, setelah itu pohon kayuputih yang akan merawat petani karena petani tinggal menikmati hasilnya,” sebut Dr. Anto Rimbawanto, peneliti Balai Besar Litbang BPTH.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Badingah, S.Sos. mengaku pemerintah Gunungkidul sangat termotifasi atas perhatian Kementerian Riset dan Teknologi maupun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang terus mengupayakan berbagai penelitian dan inovasi teknologi dengan memanfaatkan produk hutan lokal di Kabupaten Gunungkidul.

“Kami mengusulkan dukungan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan kehutanan berbasis masyarakat dan juga pengembangan wana wisata, agar bisa meningkatkan kunjungan wisatawan, dan juga mendorong  tumbuhnya perekonomian lokal,” harap Badingah.(mna)

 

  

Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan :

Jl. Palagan Tentara Pelajar KM15 Purwobinangun Pakem Sleman DI Yogyakarta (Indonesia)

Website                         : www.biotifor.or.id

Instagram         : www.instagram.com/biotifor_jogja

Facebook          : www.facebook.com/Balai-Besar-Litbang-BPTH-187407891327294

E-Journal           : http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPTH/index