BABES YOGYA MENGIRIM DUA PENELITINYA KE USA UNTUK MEMPERKUAT ASPEK BIOTEKNOLOGI

ADMIN | Jumat , 13-Des-2019

Balai Besar Litbang BPTH (USA, 12/12/2019)_ Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta mengirimkan dua orang penelitinya ke Florida, Amerika Serikat dalam rangka memperkuat aspek bioteknologi pada minggu kedua bulan Desember 2019 ini.

Dua orang tersebut adalah Dr.Istiana Prihatini, S.Si.,M.Si., peneliti di laboratorium Genetika Molekuler dan Desy Puspitasari, M.Si. dari lab. Hama Penyakit yang mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Universitas Florida (UF) dan mendapatkan pelatihan mengenai deteksi penyakit tanaman pada Plant Diagnostic Center (PDC) dari Institute of Food and Agricultural Science (IFAS) University of Florida di kota Gainesvilles negara bagian Florida Amerika Serikat.

"Pengiriman tenaga dalam rangka memperkuat kompetensi sdm dan menjaga kapasitas institusi, untuk tetap berkiprah di level nasional dan global", kata Kababes Litbang BPTH, Dr. Nur Sumedi, S.Pi, MP

Pelatihan ini dikomandoi oleh Dr. Carrie L. Harmon, sebagai director dari Plant Diagnostic Center merangkap sebagai  director eksekutif National Plant Diagnostic Network dan dibantu oleh beberapa stafnya, yaitu (Dr. Sladana Bec, Dr. Peng Tian, Max Duncan, Donna Perry, Chriss Curry, Phyllip Daly dan Jeffrey Walsh). 

Kunjungan dilakukan selama 3 hari (9-11 Desember 2019), pada hari sebelumnya peserta ditemani oleh Dr. Jeremy Brawner berkesempatan untuk melihat fasilitas kampus, mulai dari gedung administrasi, gedung perkuliahan dan asrama untuk tingkat sarjana dan pasca sarjana, perpustakaan, gedung olah raga, student union (J. Wayne Reitz Union), serta danau Wauburg bagian selatan yang menjadi milik UF dan digunakan sebagai sarana rekreasi dan pendidikan bagi mahasiswa, dosen dan staf.

Balai Besar Litbang Yogya memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pusat diagnosa penyakit tanaman di Indonesia, serta perlunya keterlibatan keterlibatan ahli bioinformatika pada pelaksanaan proyek kerjasama ACIAR selanjutkan dalam proses analisa data informasi genetik bagi pengembangan penanda molekuler sebagai alat dalam deteksi penyakit tanaman maupun untuk pemuliaan tanaman,” ungkap Dr. Jeremy Brawner selaku salah satu peneliti dari UF yang terlibat dalam kegiatan ACIAR. Adapun peneliti Babes Yogya ke Florida atas biaya dari ACIAR Project No FST 2014/068 "Management Strategies for Acacia Plantation Diseases in Indonesia and Vietnam".

Pada kunjungan resmi hari pertama, peserta berkesempatan untuk berkenalan dan melihat fasilitas yang ada di PDC di dalam kompleks kampus IFAS. Kampus IFAS memiliki banyak laboratorium lapangan yang tersebar di seluruh Negara bagian Florida, green house, bengkel kerja serta gudang dengan berbagai fasilitas penyimpanan. Alur kerja pada PDC atau pusat diagnostik tanaman dimulai dari bagian penerimaan sampel, pendataan sampel masuk, penyiapan sampel yang dilakukan secara terpisah antara sampel dari luar atau dari dalam negara bagian Florida, isolasi pathogen, deteksi patogen secara mikroskopis atau molekuler serta analisis data dan pembuatan laporan.

Hari kedua kunjungan peserta mendapatkan penjelasan lebih detail dan melihat secara langsung mengenai prosesing sampel yang masuk ke PDC mulai dari bagian penerimaan sampel, proses dokumentasi sampel serta penanganan sampel di dalam laboratorium, dan pembuatan berbagai media buatan untuk mendapatkan isolat bakteri dan jamur patogenik. Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melihat proses identifikasi penyakit berdasarkan kondisi sampel yang dikirim serta laporan yang dibuat oleh pelanggan PDC pada formulir yang telah disediakan sebelum pengiriman sampel dilakukan.

Pada kunjungan hari terakhir, materi yang diperoleh adalah analisa molekuler menggunakan standard PCR qPCr untuk sampel yang diduga mengandung Phytoptora ramorum yang menjadi ancaman serius bagi sektor pertanian di Amerika sehingga pengawasan dan pengendalian penyakit ini langsung ditangani oleh Kementerian Pertanian Amerika Serikat / United States Department of Agriculture (USDA). Protokol deteksi penyakit ini telah ditetapkan oleh USDA dan wajib diikuti oleh semua lembaga yang melakukan proses deteksi penyakit.

Kunjungan diakhiri dengan pengenalan penggunaan nanopore sebagai alat untuk sekuensing DNA pathogen untuk keperluan deteksi cepat maupun sebagai dasar dari pengembangan penanda molekuker sebagai alat untuk deteksi cepat di lapangan nantinya.  Acara ditutup dengan diskusi secara santai dengan beberapa peneliti dan dosen dari jurusan kehutanan yang terkait dengan hama penyakit.

Dr. Istiana sebagai salah satu perwakilan peserta kegiatan training menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan kesempatan untuk berkunjung ke Florida dan juga kepada semua pihak yang telah memberikan ilmu dan pengalamannya selama peserta berada di Florida. “Diharapkan ilmu yang diperoleh selama di UF akan dapat dimanfaatkan dan diapikasikan untuk perlindungan tanaman yang dikembangkan di Indonesia”, tambahnya.***(IP)

 

 

Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan :

Jl. Palagan Tentara Pelajar KM15 Purwobinangun Pakem Sleman DI Yogyakarta (Indonesia)

Email                : breeding@biotifor.or.id

Website            : www.biotifor.or.id

Instagram          : www.instagram.com/biotifor_jogja

Facebook         : www.facebook.com/Balai-Besar-Litbang-BPTH-187407891327294

E-Journal             : http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPTH/index